Parepare -- Bersih-bersih masjid Polres Parepare kembali digelar di Masjid Nurussamawati, Jalan Nurussamawati, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Sabtu (26/9/2026) pagi. Personel Sipropam bersama Komunitas Bersih-Bersih Masjid Kota Parepare, anggota DPRD dan masyarakat bergotong royong membersihkan rumah ibadah tersebut.
Kegiatan ini berlangsung dalam momentum Hari Jadi Propam ke-24. Namun, aktivitas di lapangan berlangsung sederhana dan langsung menyentuh kebutuhan jamaah. Personel membersihkan lantai, merapikan karpet hingga membersihkan pendingin ruangan atau AC.
Kasi Propam Polres Parepare IPTU M. Tajrid turun langsung bersama Kanit Provost Sipropam IPDA Haruna, Kanit Paminal Sipropam Aiptu Suhardi, serta personel Propam dari jajaran Polsek.
Anggota DPRD Kota Parepare Acmad Ariady, S.E., juga ikut dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur membuat aksi bersih-bersih masjid berlangsung dalam suasana gotong royong.

Ketua DKM Masjid Nurussamawati, H. Husain, SP, mengapresiasi keterlibatan Sipropam Polres Parepare bersama komunitas dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Sipropam Polres Parepare yang mau turun langsung membantu membersihkan masjid. Ini bukan hanya soal masjid menjadi bersih, tetapi juga menunjukkan adanya kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat,” ujar H. Husain.
Ia berharap kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah terus dijaga dan tidak hanya muncul pada momentum tertentu.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan. Kehadiran mereka tentu sangat membantu kami dan menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan masjid merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Kegiatan bersih-bersih masjid Parepare bersama Sipropam bukan hal baru. Komunitas Bersih-Bersih Masjid Kota Parepare menyebut keterlibatan personel Sipropam dalam kegiatan serupa telah berlangsung sekitar enam tahun.
Konsistensi tersebut menjadi bagian dari gerakan sosial yang dilakukan komunitas untuk menjaga kebersihan rumah ibadah. Personel kepolisian ikut menjadi bagian dari kegiatan, bukan sekadar hadir, tetapi turut mengerjakan pekerjaan bersama masyarakat.
IPTU M. Tajrid mengatakan kebersihan masjid merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi berbagai pihak, menurut dia, juga membuat pekerjaan lebih ringan.
“Menjaga kebersihan masjid bukan hanya tanggung jawab pengurus. Ketika dilakukan bersama, pekerjaan menjadi lebih ringan dan kepedulian terhadap lingkungan juga semakin tumbuh,” ujar Tajrid.
Di Masjid Nurussamawati, kegiatan dilakukan dengan membagi pekerjaan secara gotong royong. Lantai dibersihkan, karpet dirapikan dan fasilitas pendingin ruangan turut diperhatikan.
Hasilnya sederhana, tetapi penting bagi jamaah. Masjid menjadi lebih bersih dan nyaman untuk digunakan dalam aktivitas ibadah maupun kegiatan masyarakat.
Momentum Hari Jadi Propam ke-24 pun diterjemahkan melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan warga. Tidak ada pekerjaan yang terlalu sederhana ketika dilakukan bersama dan memberi manfaat langsung.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan ruang kolaborasi antara kepolisian, komunitas, wakil rakyat dan masyarakat. Gotong royong dalam menjaga rumah ibadah menjadi bentuk kepedulian yang dapat terus dirawat di tengah kehidupan masyarakat Parepare.
(MS)
